Recent Posts

Rief, seorang yang bermimpi menjadi penulis, yang ingin merubah dunia dengan tulisan! Dari yang aku lihat, dengar, rasa dan pikir lahirlah halaman ini yang sebagian isinya merupakan pengalaman pribadi, Selamat Membaca

Jumat, 11 Mei 2012

Filosofi Joko Lenglong

         Dikalangan masarakat Jawa khususya yang memahami ajaran Kejawen, terdapat filosofi-filosofi hidup yang dapat mengarahkan manusia menjadi santun dan mempunyai budi pekerti, namun agaknya ahir-ahir ini filosofi yang luhur dan adi luhung ini mulai ditinggalkan, Khususya generasi muda, saya ingin mengangkat sebuah filosofi mungkin agak aneh di telinga, tapi kalo di kaji lebih dalam mempunyai nilai-nilai keluhuran budi yang tinggi, “JOKO LENGLONG” Joko Artiya Seorang laki-laki yang masih suci, dan Lenglong Artinya Orang yang tidak mengerti Apa-apa atau bodoh, 

         Setiap manusia haruslah mempunyai sikap dan perilaku joko lenglong, artiya bukan kita menjadi orang bodoh tetapi memposisikan diri kita SEPERTI orang bodoh kenapa…??? 
  • Dengan memposisikan seperti orang bodoh kita terhindar dari sifat Sombong. Karena tidak menyombongkan kepandaian kita.
  • Dengan merasa bodoh, berarti kita masih harus belajar dan belajar, karena ukuran bodoh dan pintar adalah relatif tinggal dilihat dari sudut pandang mana, sebagai contoh seseorang yang mendapat gelar S3, dia ahli di bidang mesin, bisa memperbaiki semua jenis mesin, tetapi belum tentu di bidang lain seperti bidang pertanian dia bisa, itu membuktikan ilmu manusia itu terbatas. 
  • Sebagai sarana belajar buat kita, memahami, menjiwai sebagai orang bodoh agar kelak seumpama Tuhan menganugrai ilmu pada kita, kita tidak semena-mena meremehkan dan merendahkan orang lain, menganggap orang lain bodoh dan menganggap diri kita paling pintar, oleh sebab itu kita sebagai manusia yang hina, dan penuh ketergantungan ini harus sadar akan hakikat kehidupan bahwa hidup ini, di hidupkan, pintar ini di pintarkan, kaya ini di kayakan dan sewaktu - waktu pasti di ambil Sang pemilik Sejati karena itu semua hanyalah barang titipan ”TANSAH ELING MANEMBAH MARANG GUSTI ALLOH LAN APIK MARANG SAK PADAN – PADA’NING URIP”  ( Selalu ingat kepada Tuhan dan baik kepada semua mahkluk ) itu kuncinya. 

         Menuntut Ilmu itu, bagai Seorang yang kehausan meminum Air laut, semakin dia minum maka semakin haus, begitu juga sebuah ilmu, semakin kita banyak belajar tentang ilmu maka semakin diri ini kurang dan merasa Bodoh karena masih banyak ilmu yang belum kita mengerti dan pelajari, semoga kita semua terhindar dari sifat SOMBONG, Amin cukup sekian tulisannya nanty di lain waktu di sambung lagi Insa-ALLOH.


Ditulis Oleh : Arif Rudiantoro

Arif Rudiantoro Anda sedang membaca artikel tentang Filosofi Joko Lenglong. Oleh: Arif Rudiantoro. Terimakasih atas kunjungan Anda, serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran serta Pertanyaan dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. ↓↓↓ Backlink Please ↓↓↓

ARTIKEL TERKAIT:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"TERIMAKASIH TELAH BERKOMENTAR DI BLOG SEDERHANA INI"